Tuhan maklumilah aku

ppi

Tuhan, bisakah aku menerima hukum-hukum-Mu tanpa meragukannya

lebih dahulu? Karena itu Tuhan, maklumilah lebih

dahulu bila aku masih ragu akan kebenaran hukum-hukum-Mu.

Kalau Engkau tak suka hal ini, beri aku pengertian-pengertian

sehinga keraguan itu hilang dan cepat-cepatlah aku dibawa dari

tahap keraguan-keraguan kepada tahap penerimaan.

 

Tuhan, murkakah Engkau bila aku berbicara dengan-Mu

dengan hati dan otak yang bebas, hati dan otak yang Engkau

sendiri telah berikan padaku dengan kemampuan-kemampuan

bebasnya sekali? Tuhan, murkakah Kau bila otak dengan kemampuan-

kemampuan mengenalnya yang engkau berikan itu

menggunakan sepenuh-penuhnya kemampuan itu?

 

Tuhan aku ingin berbicara dengan engkau dalam suasana

bebas. Aku percaya bahwa engkau tidak hanya benci pada

ucapan-ucapan yang munafik, tapi juga benci pada pikiranpikiran

yang munafik, yaitu pikiran-pikiran yang tidak berani

memikirkan yang timbul dalam pikirannya, atau pikiran-pikiran

yang pura-pura tidak tahu akan pikirannya sendiri.

(Ahmad Wahib, 9 Juni 1969)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s