Menemukan Dualisme Konsep Politik; “La Politics” dan “Le Politics”

politicsHari Jum’at tanggal 30 November 2012, aku mengikuti sebuah kegiatan menarik yang dilaksanakan oleh IMM ciputat, School of Politics (SOP) namanya. Ini merupakan kesempatan pertamaku mengikuti kegiatan ini.

Sesuai dengan namanya kegiatan ini berfokus pada kajian, diskusi, dan dialektika yang telah ada dan berkembang di bidang politik itu sendiri. Beberapa hal pun kian menjadi perbincangan di hari pertama ini, mulai dari isu partai politik, politik kepentingan, politik praktis, bahkan tentang politik-feminisme atau peran serta wanita dalam kancah politik.

Setiap topik atau isu yang menjadi perbincangan merupakan sebuah hal yang menarik. Hal ini dikarenakan aku dan peserta lainnya berasal dari latarbelakang yang berbeda, entah background akademiknya atau asal-usulnya secara geografis. Secara akademik, perserta SOP kali ini ada yang berasal dari tarbiyah, biologi, psikologi, HI, politik dan lain sebagainya. Selain itu, secara geografis juga ada yang berasal dari daerah yang berbeda, seperti Medan, Pekalongan, Pontianak, Klaten, Ciputat dan lain sebagainya.

Sebagai kader baru di IMM, aku mencoba memahami dan mengikuti segala bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh IMM cabang ciputat, termasuk SOP ini.

Motivasi awal yang aku miliki ketika akan mengikuti acara ini adalah untuk mencari serpihan-serpihan jawaban tentang seperti apa politik sebenarnya. Singkatnya, aku ingin menemukan sebuah pemahaman lain yang cukup mencalam tentang politik itu sendiri.

Pada hari pertama kegiatan ini, aku menemukan sebuah pencerahan tentang politik itu sendiri. Lebih tepatnya tentang definisi dan gambaran politik itu sendiri. Aku seolah mendapat pencerahan ketika pertemuan atau materi pertama di SOP ini yang membahas tentang “Politik: Dari Teori Ke Praktik”.

Sebelumnya, menurut pemahamanku, Terdapat dualisme dalam politik itu sendiri. Ketika di satu sisi Politik membahas hal-hal yang bijak dan filosofis serta indah tentang kehidupan yang baik (good life). Kemudian di sisi lain politik terlihat kejam, jahat, dan menakutkan ketika didalamnya terdapat pembahasan tentang kekuasaan (power), kepentingan-kepentingan (interests) dan sebagainya, sebagaimana  ada dalam pendekatan politik secara institusional. Dualisme inilah yang membuat aku bingung tentang definisi politik itu sendiri. Sehingga hal ini seolah memiliki interpretasi yang berbeda dan perlunya sebuah klasifikasi khusus diantara keduanya.

Kemudian, Pemahamanku tentang dualisme dalam konsep politik seolah mendapat pencerahan ketika pemateri yang merupakan salah satu dosen di kampusku, FISIP UIN Jakarta, menjelaskan definisi dan gambaran politik dari literatur politik yang ada di Prancis, yang kebetulan telah ia pelajari. Ia menjelaskan bahwa ada dualisme tentang politik berdasarkan definisinya menurut literatur Prancis. Diantaranya adalah La Politics dan Le Politics.

Menurut pemateri, Bapak Andar, La Politics adalah sesuatu yang berorientasi pada kekuasaan. Selain itu, La Politics merupakan usaha atau cara untuk mencapai kekuasaan itu sendiri. Pada konteks ini, politik lebih diorientasikan kepada pendekatan institusional, seperti negara, hukum dan lain sebagainya.

Sementara, Le Politics adalah sesuatu yang inherent dalam kehidupan kita (value politics). Pada konteks ini, politik didefinisikan sebagai segala hal yang ada dikehidupan kita, entah ketika berkomunikasi atau bersosialisasi dengan orang lain dan lain sebagainya.

Penjelasan tentang politik dalam literatur Prancis yang dijelaskan oleh pemateri ini, memberikan pencerahan kepadaku tentang politik itu sendiri. Sehingga, kebingunganku tentang dualisme definisi dan dualisme bentuk politik antara mulia dan jahat dapat aku klasifikasikan dalam La Politics dan Le Politics. Hal ini membuatku mengerti dimensi baik dan buruk dari politik itu sendiri. Dimana politik yang mulia secara filosofis tidak bercampur dengan praktik-praktik kotor dalam politik yang berorientasi pada kekuasaan.

Inilah refleksiku untuk hari pertama di SOP. What’s Next? Mudah-mudahan selanjutnya lebih menggugah. Allahumma Amiin.

Sumber gambar : http://pengertianpolitik.blogspot.com/2012/06/sejarah-perkembangan-ilmu-politik.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s