Aku Menjadi ‘Nokturnal’

Aku bagaikan ayam jago yang berkokok di terangnya bulan purnama
Aku juga bagaikan burung pipit yang bersiul di dalam gulita

Menikmati lampu-lampu yang berpijar di jalanan sepi
Melompat-lompat di tengah alunan para jangkrik
Menari-nari bersama silaunya tubuh kunang-kunang

Atau…

Aku diam di sudut…
Diam sembari menatap cahaya penuh warna
Diam sembari menghirup tembakau
Diam sembari menikmati si bubuk hitam

Setiap gelap…
Aku menikmati insomnia yang selalu melanda
Terdampar bersama buku-buku yang berserakan
Atau…
Berperang dengan makhluk yang haus darah

Anjing pun menggonggong di bukit dengan latar purnama
Dua jarum jam pun menunjuk ke utara
Mata pun mencoba turun bagai layar
Namun, tetap sukar untuk berlayar menuju mimpi

Akhirnya…
Hanya ada aku dan bintang
Aku sebagai makhluk ‘diurnal’ yang menjadi ‘nokturnal’
Aku yang kadang terpejam diantara matahari dan bulan
Aku yang kadang sibuk diantara gelap dan terang
Berusaha sujud mengingat Raja semesta…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s