Hakikat dan Dimensi Identitas Nasional (National Identity)

Identitas dapat diartikan sebagai ungkapan nilai-nilai yang merepresentasikan suatu hal sehingga ia terlihat ‘khusus’ diantara yang lain. Dalam konteks bernegara, Identitas juga dapat diartikan sebagai ungkapan nilai-nilai budaya suatu bangsa yang bersifat khas dan membedakannya dengan bangsa yang lain.

Menurut Ben Anderson, “bangsa merupakan imagine community”. Maksudnya adalah komunitas yang hanya tergambarkan dan terbayangkan oleh orang-orang yang ada di dalam komunitas tersebut. Mengapa bangsa dikatakan sebagai imagie community? karena hal ini komunitas ini lahir dari persamaan nasib yang dialami, persamaan sejarah yang menjadi warisan dan persamaan persepsi terhadap itu semua. Sehingga terbentuklah suatu bangsa yang menganggap dirinya ‘satu’ padahal terdiri dari ‘beberapa’. Hal ini juga merupakan alasan, mengapa setiap bangsa memiliki perbedaan. Perbedaan itulah yang dapat kita katakan sebagai ‘identitas’ masing-masing suatu bangsa.

Seperti kita ketahui, setiap Negara dan bangsa memiliki perbedaannya masing-masing, karena pada kenyataannya ada hal yang membedakan suatu bangsa dengan bangsa lainnya. Hal tersebut dapat dilihat melalui sebuah identitas Negara atau bangsa tersebut. Yakni, tentang identitas yang menrepresentasikan Negara atau bangsa tersebut. Identias itu tentu saja dikonstruksikan oleh beberapa hal yang dialami oleh Negara atau bangsa itu sendiri. Sehingga setiap Negara dan bangsa memiliki kekhasan yang melekat. Identitas ini sering kita sebut sebagai national identity atau identitas nasional suatu bangsa.

Perlu kita ketahui pula bahwa proses pembentukan identitas nasional setiap Negara memiliki latarbelakang yang berbeda-beda, yang merupakan kontruksi dasar identitas nasional itu sendiri. Namun, ketika suatu bangsa telah menemukan identitas nasionalnya, bukan berarti proses pembentukan identitas nasionalnya sudah selesai. Karena menurut buku civic education yang ditulis oleh A. Ubaidillah, Identitas nasional merupakan sesuatu yang terus berkembang dan kontekstual mengikuti perkembangan zaman. Selain itu, sifat identitas yang relatif dan kontekstual mengharuskan setiap bangsa untuk selalu kritis terhadap identitas nasionalnya serta selalu menyegarkan pemahaman dan pemaknaan terhadap jati dirinya.

Di era globalisasi ini, banyak nilai-nilai baru yang terus berkembang di tengah-tengah masyarakat. Jika melihat sifat identitas nasional yang kontekstual, diperlukan sebuah kritik untuk mengkontekstualisasikan nilai-nilai baru tersebut. Hal ini bertujuan untuk memberikan penyegaran dan pemaknaan terhadap jati diri bangsa, seperti yang telah disebutkan. Selain itu, mengapa kritik terhadap nilai-nilai baru yang hadir di era globalisasi ini amat sangat diperlukan, karena akibat dari mengglobalnya nilai-nilai baru yang secara langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi karakter dan pola pikir bangsa serta dapat menyebabkan lunturnya identitas nasional itu sendiri. Itulah mengapa sikap kritis terhadap nilai-nilai baru di era globalisasi ini menjadi perlu. Namun, sikap kritis tersebut harus diiringi dengan pemahaman dan pemaknaan tentang unsur-unsur apa saja yang menjadi komponen dalam sebuah identitas nasional.

Menurut para ahli, secara umum terdapat beberapa unsur yang menjadi komponen identitas nasional, diantaranya :

  1. Pola perilaku, adalah pola atau gambaran yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari, misalnya adat istiadat, kebiasaan, dan budaya. Biasanya hal ini juga tercermin dalam sikap sehari-hari, seperti ramah tamah, saling menghormati, toleransi, gotong royong, dan lain-lain merupakan salah satu identitas nasional yang tercermin atau bersumber dari kebiasaan, adat istiadat, dan budaya bangsa itu sendiri.
  2. Lambang-lambang, adalah sesuatu yang biasanya menggambarkan negara dan bangsa itu sendiri. Misalnya, menggambarkan tujuan dan fungsi negara. Lambang-lambang ini juga dinyatakan dalam undang-undang atau konstitusi negara tersebut, misalnya bendera, bahasa, lagu Kebangsaan dan lain-lain.
  3. Alat-alat perlengkapan, adalah sejumlah alat yang menandakan sebuah ciri dari identitas nasional, entah berupa bangunan, monumen, peratalatan, teknologi dan lain-lain.
  4. Tujuan negara, adalah sebuah visi dan misi negara yang merupakan ekspektasi yang ingin dicapai, bersifat dinamis dan tidak tetap, seperti budaya unggul atau berprestasi dalam bidang tertentu. Misalnya seperti tujuan bersama bangsa Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, yakni mencerdaskan dan mensejahterakan kehidupan bangsa Indonesia.

Beberapa hal diatas merupakan dimensi-dimensi atau komponen-komponen yang ada dalam sebuah Identitas nasional suatu bangsa.

One thought on “Hakikat dan Dimensi Identitas Nasional (National Identity)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s